Rabu, 23 Juni 2010

Perkembangan Minuman Cup di Indonesia


Beberapa tahun lalu, katakanlah di awal tahun 2000an, bila kita ingin mencari minuman dalam kemasan cup, mungkin hanya air mineral saja yang dapat kita temukan. Namun beberapa tahun belakangan ini , minuman dalam kemasan itu mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kini tak lagi air mineral yang dapat kita temukan, tetapi juga minuman dengan rasa teh, minuman rasa buah buahan (fruit flavored drink), minuman jelly dan sejenisnya (jelly drink), bahkan minuman rasa kopi dapat kita temukan dengan mudah.


Berbagai merek juga terus bermunculan, baik yang diproduksi secara industri rumahan, maupun yang diproduksi secara massal dengan sistem pengelolaan fabrikasi. Membesarnya minuman dalam kemasan ini, sebenarnya tidak lepas dengan adanya krisis ekonomi, karena pada saat itu, minuman ini menawarkan suatu konsep minuman siap minum dengan harga yang relatif murah dan terjangkau bagi semua kalangan, khususnya bagi kelas menengah bawah.
Saat ini minuman dalam kemasan cup dapat kita peroleh dengan dengan harga antara Rp. 500 - Rp. 1000. Coba bandingkan dengan kemasan botol beling yang rata rata harga jual ke konsumennya (CBP) sekitar Rp. 2500 - Rp. 3000. Sementara itu, minuman kaleng dan PET harga jualnya seringkali diatas Rp. 4000. Harga yang relatif sangat terjangkau ini, menyebabkan konsumen meminati produk kemasan cup. Selain itu kemasannya yang simpel, dengan volume sekali minum, ringan mudah dibawa bawa juga menjadi penyebab, mengapa konsumen memilih minuman dalam kemasan ini.

Kalau pada awal kemunculannya, minuman cup hanya diproduksi oleh industri rumahan saja, kini pemain pemain food & beverages lokal dan international telah melirik kategori minuman cup. Kalau pada awalnya di Jabodetabek dan sekitarnya, hanya didominasi oleh minuman Zhuka dan Arinda, kini banyak merek besar telah hadir di kancah minuman ini. Merek Frutang dari Tang Mas, tentunya tak boleh dilupakan. Dengan iklannya yang cukup gencar di awal kemunculannya, Frutang sempat menjadi market leader di kategori fruit flavored cupdrink. Demikian juga dengan Mountea dari Garudafood, turut menyumbang berkembangnya kategori minuman teh cup. Mountea juga menjadi pelopor munculnya kemasan cup yang dicetak (printed cup). Wingsfood, dengan Ale Ale-nya juga turut merubah peta minuman cup di Indonesia, dengan promosi yang gencar, bukan hanya di iklan TV, tetapi juga melalui promosi undian "gosok-gosok" berhadiah yang sempat membuat konsumen menjadi demam gosok gosok berhadiah.

Sementara itu Pepsi Cola juga tak mau ketinggalan dengan meluncurkan produk Fruitamin yang memelopori kemasan cup dengan menampilkan visual selebritis dalam kemasan cupnya. Fruitamin menampilkan Nia Ramadhani , artis sinetron (yang kini menjadi menantu Aburizal Bakrie) dalam kemasannya. Sementara itu untuk Tekita, kemasannya menampilkan VJ Daniel dan VJ Cathy.

Setelah Fruitamin dan Tekita, barulah Teh Gelas dari Orang Tua Group menampilakan band Changcuters pada kemasannya. Namun dari sisi Grafis penampilan Fruitamin dan Tekita lebih memikat.

Jadi kini pasar minuman cup tak lagi dimiliki oleh industri rumahan, tetapi industri besar telah masuk kedalamnya, karena mereka tahu bahwa kemasan ini saat ini masih merupakan kemasan yang paling terjangkau oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. Kita lihat saja episode berikutnya, saat industri besar saling berkompetisi merebut konsumen. Semoga saja saat gajah berperang melawan gajah, pelanduk tak mati di tengah tengah.

0 komentar:

Posting Komentar